Jingga's posts with tag: syair nasyid

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag syair nasyid
Blog EntryKESAKSIAN --- La ilaha ilAllahAug 30, '07 11:59 AM
for everyone

 KESAKSIAN

Bersaksilah, Tuhanku satu

Segala puji bagi Tuhan
Hadir Muhammad bawa kebenaran
Walau disiksa dihina
Takkan sekali ku berpatah arah
Untukmu agamamu
Untukku kebenaran Tuhanku

Siksalah jasadku
Takkan ku tunduk pada kejahilanmu
Kerna mengalir di seluruh tubuhku
Kalimah Tuhan dari Lidah Rasulku
Dan itu yang ku percaya

Deritaku menjadi saksi bisu
Tanda kasihku kepada yang terulung
walau disirami debu yang menangis
Genggamku ini takku lepaskan

Panaslah Sang mentari
Lafaz kalimah takkan ku henti

Brothers

NB: Lagunya ada di Blog ini juga. Cari aja! Aransemen vokal yang lengkap dan amat menggigit. Boleh dicoba...!


Blog EntrySEBELUM TERLENA -- Nice a capellaAug 30, '07 11:29 AM
for everyone

 

SEBELUM TERLENA

Sebelum mata terlena
Di buaian malam gelita
Tafakurku di pembaringan
Mengenangkan nasib diri

Yang kerdil lemah dan bersalut dosa
Mampukah ku mengharungi titian sirat nanti
Membawa dosa yang menggunung tinggi
Terkapai ku mencari limpahan hidayahMu

Agar terlerai kesangsian hati ini
Sekadar air mata tak mampu
Membasuhi dosa ini

Sebelum mata terlena
Dengarlah rintihan hati ini
Tuhan beratnya dosaku
Tak daya kupikul sendiri

Hanyalah rahmat dan kasih sayangmu
Yang dapat meringankan hulurkan maghfirahmu
Andainya esok bukan milikku lagi
Dan mata pun ku tak pasti akan terbuka lagi

Sebelum berangkat pergi ke daerah sana
Lepaskan beban ini
Yang mencengkam jiwa dan ragaku

Selimuti diriku
Dengan sutra kasih sayangmu
Agar lena nanti kumimpikan
Syurga yang indah abadi

Pabila ku terjaga
Dapat lagi kurasai
Betapa harumnya
Wangian syurga firdausi.. Oh Ilahi

Di sepertiga malam
Sujudku menghambakan diri
Akan kuteruskan pengabdianku padamu

Hijjaz

NB: Aku suka banget nasyid ini... Dulu 1999 pernah menjadi hit di kalbu. Kasetnya aku beli pas ada Raihan tampil di Surabaya pas puasa.



 

INDAH ALUNAN QUR'AN

Kala gelap menyerbu

Hitam kelam di jiwaku

Tak tahu kemana ku pergi

Tanpa mengingat-Mu

Indah alunan Qur’an

Menyentuh relung hatiku

Indah bersinar menerangi

Sirnakan gelap di hati

Luruh keras dalam hatiku

Kembali mengingat nama-Mu

Alunan Qur’an di dalam hatiku

Sadarkan akan cinta-Mu

Indah alunan Qur’an

Terdengar lembut di telinga-Ku

Hancurkan karang dalam hatiku

Kembali mengingat-Mu

 

Cipt. : Ahmad Sanusi

Vocal : Andika Yuda Permana

Arr. Vocal : Lazuardi

Arr. Musik : Agus Little

Taken from Album "EPISODE JINGGA"  Lazuardi

 


 

 

DENDANG TASBIH

Allah…Satu

Allah…cinta

Tiada selain Engkau

Allah Tuhanku

Allah…Satu

Allah…rindu

Tiada selain Engkau

Allah, Kau Rabb-ku

Maha Suci Engkau

Puji Syukur untuk Engkau

Tiada Tuhan Selain Engkau

Maha Besar Engkau

 

Cipt : Ahmad sanusi

Vocal : Wahyu Agus Kurniawan

Arr. Vocal : Lazuardi

Arr. Musik : Agus Little

Taken from Album "EPISODE JINGGA" Lazuardi

 


 


 

MENYEBUT KEMBALI

Berdiri aku di sini

Di tengah-tengah hampa hati ini

Mengingat-Mu tiada

Memuji-Mu tiada

Sia-sialah hari ini

Menatap sebuah surau

Tergerak kakiku menujunya

Anak-anak kecil

Sholat dan mengaji

Kalam yang indah dilantunkan

Tlah lama kutinggalkan

Amal dan ibadahku

Betapa tangan ini berlumuran dosa

Dalam sisa hidup

Ampunilah hamba-Mu

Ijinkan kembali menyebut

Nama-Mu

Ya Allah

Ijinkanlah

Kebesaran-Mu

Menyelimuti hati dan jiwaku

 

 

Cipt. : M. Arief Burhanuddin

Vocal : Djay Ahaz

Arr. Vocal : Lazuardi

Arr. Musik : Agus Little

Taken from Album "EPISODE JINGGA" Lazuardi


 

 


S O   C L O S E

Allah is always near

Staying close in here

In our heart when it’s clear

Allah is always near

Allah is always here

Spelling by the tears

That comes from eyes of sin

Cause Allah’s always here

Allah is watching

All the things that we did

Allah is listening

All the thing that we heard

With Allah’s way

Allah is guiding

With Allah’s way

Allah stays here…

Allah is always close

The love that we care most

We can feel it eventhough we’re lost

Allah is always close

Cipt : Ahmad Sanusi

Vocal : M. Arief Burhanuddin

Arr. Vocal : Lazuardi

Arr. Music : Eddy Milfaris

Taken from Album " EPISODE JINGGA" Lazuardi


 

Allah is Calling

Allah is calling
But I didn't answer
And when Allah is calling
I just listen to the voices

Allah is calling
I just answer sometimes
And when Allah is calling
I just listen to the whispers


Allah is calling
I answer so many times
Allah is calling
I'm tired of them

Hardly forching myself
I have to accept it all
And that is really me
Who's still not close to Allah

Album : Secercah Pewarna
Munsyid : The Zikr


 
NB : Sangat lembut tapi terasa amat menohok secara langsung.... Thank's for The Zikr... Nice nasyid. Dan dulu Najmuddin suka melantunkannya juga di tiap pementasan.

DOA PERPISAHAN
Brothers

Pertemuan Kita Di Suatu Hari
Menitiskan Ukhwah Yang Sejati
Bersyukurku Ke Hadrat Ilahi Di Atas Jalinan Yang Suci

Namun Kini Perpisahan Yang Terjadi
Dugaan Yang Menimpa Diri
Bersabarlah Di Atas Suratan
Ku Tetap Pergi Jua

Kan Ku Utuskan Salam Ingatanku
Dalam Doa Kudusku Sepanjang Waktu
Ya Allah Bantulah Hamba Mu

Mencari Hidayah Daripada Mu
Dalam Mendidikkan Kesabaranku
Ya Allah Tabahkan Hati Hamba Mu
Di Atas Perpisahan Ini

"Teman Betapa Pilunya Hati Menghadapi Perpisahan Ini.
Pahit Manis Perjuangan Telah Kita Rasa Bersama. Semoga
Allah Meredhai Persahabatan Dan Perpisahan Ini. Teruskan
Perjuangan"

Kan Ku Utuskan Salam Ingatanku
Dalam Doa Kudusku Sepanjang Waktu
Ya Allah Bantulah HambaMu

Senyuman Yang Tersirat Di Bibirmu
Menjadi Ingatan Setiap Waktu
Tanda Kemesraan Bersimpul Padu
Kenangku Di Dalam Doamu

Semoga Tuhan Berkatimu


NB : Jadi ingat waktu tampil di Walimahan dan sound-nya tidak berfungsi sama sekali... Dan akhirnya kami harus berteriak-teriak biar kedengaran. Untungnya ber-8 orang nyanyinya. Tapi aneh juga yah... Tembang walimahan kok Doa Perpisahan? Hehehe...Tapi dulu kita tahunya bukan Brothers yang menyanyikannya. Tahun 1994 Brothers belum terbentuk kali? Lagu ini waktu itu dilantunkan oleh anak-anak.


Dari Bumi Untuk Langit
by Icha Jikustik


Intro: Em

(*) Em Bm
Aku berjalan di gelapnya malam
Am
Tanpa tahu kemana tujuan
Bm
Arah mana akan yang kutempuh
Am Em
Dan aku tersesat dalam diriku sendiri
Am
Entah harus bagaimana lagi
Bm B
Kulawan hatiku ini

Reff: Em
Terimalah persembahanku
Bm
Dari bumi untukmu langit
Am
Hanya ini yang bisa ku beri
Bm
Dari sisi lain hatiku
Em
Jangan pernah tinggalkan aku
Bm
Ku memohonkan petunjuk-Mu
Am
Kemana lagi tempat berlindung
Bm
Jika tak dalam peluk-Mu

Kembali ke: (*), Reff

Int: Am Em (3x)
F#m Bm

Kembali ke: Reff (2x)

Coda: Em

 


 

Blog EntryAntara Dua Cinta --- Mau Pilih mana yah?Aug 6, '07 1:41 PM
for everyone

 

Antara 2 Cinta

Apa yang ada jarang disyukuri
Apa yang tiada sering dirisaukan
Nikmat yang dikecap
Baru kan terasa bila hilang
Apa yang diburu timbul rasa jemu
Bila sudah di dalam genggaman

Dunia ibarat air laut
Diminum hanya menambah haus
Nafsu bagaikan fatamorgana di padang pasir
Panas yang membahang disangka air
Dunia dan nafsu bagai bayang-bayang
Dilihat ada ditangkap hilang

Tuhan leraikanlah dunia
Yang mendiam di dalam hatiku
Kerana di situ tidakku mampu
Mengumpul dua cinta
Hanya cinta-Mu kuharap tumbuh
Dibajai bangkai dunia yang kubunuh


Album : Antara 2 Cinta
Munsyid : The Zikr
Lagu : The Zikr
Lirik : Pahrol Mohd Juoi

NB : Nasyid penuh kenangan juga... pertama kali dibawakan oleh The Zikr... dan belakangan dibawakan pula oleh Saujana dan Raihan dengan versinya masing-masing... Kalau mau ramai musiknya ya Saujana, tapi kalau mau yang simple ya The Zikr, dan kalau mau yang amat menyentuh...ya Choose RAIHAN. 


 

Blog EntryKAWAN --- La tahzanu ya ikhwati...!Aug 3, '07 11:00 AM
for everyone


KAWAN


Kawan apalah yang kau kesalkan
Kar'na Tuhan kehilangan kawan
Kar'na kebenaran dihina
Jangan kau ragu dalam perjuangan

Kadang-kadang kawan jadi lawan
Kadang-kadang lawan jadi kawan
Apalah disedihkan hati
Para pejuang selalu kekurangan

Jangan sedih selalu tersisih
Bukan kau saja ditimpa malang
Lihatlah para Rasul mulia
Lebih tersiksa dan menderita
Tetapi mereka merasai ramai
Walaupun keseorangan

Mereka memadai dengan Tuhannya
Itulah kebahagiaan
Di waktu sempit seorang diri
Kawan apalah disedihkan hati


Album : Kasih Ibu Bapa
Munsyid : The Zikr
Lead vocal : Nazrey Johani


NB : Nasyid ini pas awal-awal daku kenal nasyid, sering banget aku bawain bersama tim Najmuddin. Hampir di tiap pementasan saat itu ( Seputar Jakarta, Yogya, Solo, Bekasi ), tim Najmuddin bawain nasyid ini dengan a capella. Dan sebagai lead vokalnya adalah daku. Jadi amat membekas banget plus syairnya yang demikian merasuk kalbu. Sejak 1994 hingga sekarang... masih saja air mata tak mampu kubendung tuk membuncah manakala nasyid ini terlantunkan. Syair nasyid ini kutulis kembali buat eks para personel tim Nasyid Najmuddin yang tersebar di penjuru nusantara. Kapankah kita bisa berkumpul kembali? Dan akhirnya, terima kasih untuk Bang Nazrey Johani... The Zikr dan RAIHAN...



Blog EntryMENGEMIS KASIH --- Full memory for meAug 3, '07 10:31 AM
for everyone

Mengemis Kasih



Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terhiritlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi kian parah

Semalam sudah sampai ke penghujungnya
Kisah seribu duka ku harap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menghiris hati

Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaKu


Album : Secercah Pewarna

Munsyid : The Zikr, Raihan
Lead Vocal both of Teams is Nazrey Johani





Blog EntryNIRMALA -- I like the song so muchAug 3, '07 7:19 AM
for everyone



N i r m a l a


Diciptakan seorang insan
Lembut hati bak redup pandangan
Pabila berkata
Seluruh alam menyaksikan kesyahduan
Bagai tersentuh rasa percaya
Tika terdengarkan

Aduhai...

Telah jauh berkelana entah di mana
Ada rasa hanya kuntum kasihnya
Khabar itu merelakan perjalanannya
Ada jiwa hanya kuntum kasihnya

Biar panas membakar
Biar ranjau mencabar
Telah mekar hati seindah purnama

Dipujuk segala rajuk
Sepi rindu adakala
Meracun imannya

(Biar panas membakar
Biar ranjau mencabar
Hati mekar seindah purnama)

Siapa menyapa bagai pelita
Arah yang menghilang tika gelita
(Duhai kasih bulan saksi)

Tatap tidak ditatap
Kotakan di dada yang terdetik
Temukan sang cinta

(Angin pun mula bercerita
Semesta nyata terpedaya)
Kekasih tak berbahasa
Getir fikir derita mengharap
Suara...

(Tangis bagai gerimis
Hati bak tasik pedih
Cuba cari hakikat
Temukan azimat)

(Kasih gundah gerhana
Diam tak berirama
Gusar tambah gementar
Tak tertanggung rasa)

Nun dari sana
Telah turun berbicara
Sang kesuma bidadari syurgawi

Sesungguhnya berkasihlah
Di antara manusia
Perindah segala kata-kata
Bahagia itu janjinya

Mengapa kita sengketa
Rentaslah jalan terbuka
Tanpa dusta

(Telah teguh di garis... Karma!)

Telah jauh berkelana entah di mana
Ada rasa hanya kuntum kasihnya
Khabar itu merelakan perjalanannya
Ada jiwa hanya kuntum kasihnya

Biar panas membakar
Biar ranjau mencabar
Telah mekar hati seindah purnama

Dipujuk segala rajuk
Sepi rindu adakala
Meracun imannya

(Biar panas membakar
Biar ranjau mencabar
Hati mekar seindah purnama)

Tangis bagai gerimis
Hati bak tasik pedih
Cuba cari hakikat
Temukan azimat

Kasih gundah gerhana
Diam tak berirama
Gusar tambah gementar
Tak tertanggung rasa

dipopulerkan oleh Siti Nurhaliza







PENJARA SUNYI

Terjerembab diri di kubangan nafsu

Hingga ladang hati tiada subur lagi

Kedamaian tak lagi singgah di kalbu

Berganti kegersangan menyiksa hati


Kuakui lalai mendidik jiwa ini

Hingga nafsu liar lepas tak terkendali

Kesementaraan dunia yang hina ini

Malah kerap menyibukkan diri


Kusadari jarang diri mengingat mati

Terus merangkai mimpi dan angan tak pasti

Meski ramai di sekeliling namun hati

Terpasung di penjara sunyi


Kuingin kembali ke jalan Ilahi

Penuh duri namun bahagia menanti

Kuingin kembali memburu simpati

Agar selamat kelak ku di akhirat


Cipt. : Bambang Setiawan

Vocal : Djay Lazuardi

Arr.Vocal : Lazuardi

Arr. Musik : Eddy Milfaris

Taken from Album "EPISODE JINGGA" Lazuardi




Lazuardi

Blog EntryHARAP AMPUN-MU --- So touchyAug 3, '07 6:48 AM
for everyone


HARAP AMPUN-MU

Betapa berat kiranya bebanku

Yang kelak kutanggung di akhirat-Mu

Karena begitu luas dosaku

Namun tiada mengalir syukurku


Tuhanku, kuharap ampun-Mu

Menghapus dosa karatanku

Tuhanku, kudamba cinta-Mu

Menuntun aku di jalan-Mu


Perintah-Mu tak sempurna kutunai

Larangan-Mu telah sering kulanggar

Begitu hina diri harap surga

Namun tak kan sanggupku di neraka


Cipt. : Bambang Setiawan

Vocal : Wahyu Agus Kurniawan

Arr. Vocal : Lazuardi

Arr. Musik : Agus Little

Taken from Album " EPISODE JINGGA" Lazuardi





MySpace Glitter Graphics

 BAHTERA INI ... !


Mungkin terangkai indah di relung hati

Harapan akan sosok sholihah sang pendamping

Bersama melangkah memasuki bahtera ini

Dengan iman yang pasang dan segala yang tlah direncana


Namun tak selamanya laju bahtera kan lancar

Sang nahkoda harus slalu sigap di kemudi

Dengan dukungan sang istri saling menguat hati

Menghalau debur ombak yang menerjang di bahtera ini


Masa-masa awal akan slalu terkenang

Maka buatlah ia indah bak di nirwana

Dalam bingkai syariah yang telah dicontohkan

Oleh Rosul pilihan, SAW


Cipt. : Bambang Setiawan

Vocal : Djay Lazuardi & Wahyu AK

Arr.Vocal : Lazuardi

Arr. Musik : Eddy Milfaris

Taken From Album  "EPISODE  JINGGA" Lazuardi





BINGKISAN UNTUK BUNDA

Selaksa doa kuucapkan

Kala kukenang sgala bakti

Secawan air mata kusembahkan

Di kala rindukan sentuhanmu


Ingin menangis di pangkuanmu

Kala temukan s’gala rintang

Ingin kurebah dalam pelukanmu

Di kala rindukan kedamaian


Kau ajarkanku arti kehidupan

Kau perlihatkan arti perjuangan


Wajahmu pancarkan suatu keikhlasan

Tuturmu alunkan satu ketulusan

Baktimu belumlah dapat terbalaskan

Meskipun hayatku telah kuserahkan


Keampunan-Nya kumohonkan

Atas segala kekurangan

Doa restumu slalu kuharapkan

Sebagai bekal tuk perjuangan


Cipt. : Djay Lazuardi

Lead : Andika Yuda Permana

Arr. Vocal : Lazuardi

Arr. Musik : Agus Little

Taken from Album " EPISODE JINGGA" Lazuardi


               

Blog EntrySENANDUNG RINDU AYAH -- For my late FatherAug 3, '07 5:18 AM
for everyone

 SENANDUNG RINDU AYAH
 

Teringat indah senandungmu

Tenangkan aku di dekapmu

Kidungkan lagu alun merdu

Dengan dzikir tak henti batinmu


Lambaian kisah masa lalu

Tatkala ayah bersamaku

Sejukkan luka hati biru

Senandungkan kidung relung kalbu


Rindu Ayah, daku padamu

Rindu suara, rindu hangatmu

Rindu Ayah, daku padamu

Rindu suara, rindu senandungmu


Ya Allah, masa-masa itu

Biar tetap bersama langkahku

Susuri nikmat ujian-Mu

Tetap syukur hanya kepada-Mu


Dengan cinta-Mu Allah, bahagiakan Ayah

Dengan rahmat-Mu Allah, ampunkan Ayahku

Dengan cinta-Mu Allah

Kurelakan ia bersama-Mu


Bersama hembusan angin

Di terik panas mentari

Di tengah gulita malam

Tak henti do’akanmu, Ayah…

Tak henti rindukanmu, Ayah…

Cipt. : Nur Adiyati & Djay Lazuardi

Vocal : Djay Lazuardi

Arr. Vocal : Lazuardi

Arr. Musik : Agus Little

Taken from Album "EPISODE JINGGA " Lazuardi



               

Blog EntryNostalgi Episode Jingga -- My SongAug 3, '07 5:03 AM
for everyone



NOSTALGI EPISODE JINGGA


Tatkala senja beranjak

Seiring surya tenggelam

Memudar di lembabnya tanah

Di antara kelam nisan


Sunyi merambahi sukma

Sang Mutiara tiada

Pergi tinggalkan rona jingga

Wajah-wajah penuh duka


Linang air mata

Basahi jiwa lara

Hanyut bahtera melanda

Bersama bayu kencang menerpa


Terngiang tutur bijakmu

Tatkala gundah terpa kalbu


Begini aku hidup yang kutempuhi

Meniti lorong sempit waktu

Merangkai sesal bersama bayang silam

Kala Mutiara masih bersama


Allah karuniakanlah

Rahmati Sang Mutiara

Ampunkanlah s’gala dosanya

Terang alam kuburnya

Lapang ruang barzahnya


Cipt : Djay Lazuardi

Vocal : Wahyu Agus Kurniawan

Arr. Vocal : Lazuardi

Arr. Musik : Agus Little

Taken from Album "EPISODE JINGGA" Lazuardi




© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help